Berbicara tentang pariwisata di Indonesia tentu kita tidak bisa menyepelekan pulau Bali. Pulau yang berbentuk unik ini memiliki segenap pesona yang ditawarkan kepada wisatawan baik manca negara maupun domistik. Tidak heran jika Bali menjadi pintu utama masuknya wisatawan ke Indonesia.
Bali yang banyak diketahui dari kalangan luas adalah keindahan alamnya, keramahan penduduknya, budayanya, adat-istiadatnya yang masih memegang tegus tradisi leluhur. Melihat dari sisi budaya, Bali memiliki segudang kesenian. Mulai dari tarian, musik tradisional dan arsitek bangunannya yang memiliki ciri khas tersendiri. Ternyata Bali masih memiliki keindahan lain yang bisa anda kunjungi, seperti festival budaya.
Berikut ini merupakan festival yang selalu rutin diadakan di Bali setiap tahunnya, diantaranya adalah :
(1) Pesta Kesenian Bali (PKB)
![]() |
sumber.google | tema pkb 2016 |
Pembukaan acara ini dilakukan dengan pawai budaya yang berpusat di kota Denpasar, festival ini menyajikan rentetan kesenian dan keunggulan potensi di tiap darah di Bali. Pertama kalinya PKB ini dilaksakanakan pada tahun 1979 yang menjadi pemrakarsa event ini adalah Gubernur Bali terdahulu Ida Bagus Mantra.
PKB sendiri menampilkan berbagai jenis kesenian seni tari, seni tabuh, kerajinan tangan dan lain-lain dari berbagai kabupaten di Bali bahkan ada dari luar Bali. PKB biasannya di adakan di Art Centre pada buli Juni-Juli. Uniknya tiap tahun PKB memiliki tema yang berbeda beda untuk tahun ini PKB mengambil tema "KARANG AWAK" yang mempunyai makna agar kita mencintai tanah kelahiran kita sendiri. Dalam pembukaan acara ini pun tidak hanya dimeriahkan oleh kesenian dari Bali semata, melainkan juga kesenian dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti dari Aceh, Papua, NTB, dan ada juga dari Jawa.
(2) Pawai Ogoh-ogoh
![]() |
sumber; Google | Ogoh-ogoh tahun 2016 |
Pesta kesenian ini setiap tahunnya selalu ada di seluruh Bali. Pawai Ogoh-ogoh sebenarnya merupakan rangkaian dari pelaksanaan keagamaan umat Hindu di Bali, untuk menyambut tahun baru caka. Anda bisa menyaksikan pawai ini dengan murah dan gratis. Bila anda ingin mengetahui pawai ini, silahkan anda berkunjung ke Bali sekitar pertengahan bulan Maret.
Ogoh-ogoh merupakan patung raksasa yang terbuat dari bahan anyaman bambu. Namun, kini dengan modrenisasi bahan dari anyaman bambu sudah ditinggalkan dan menggantinya dengan bahan striofom. Meskipun tidak semua warga menggunakan bahan dasar tersebut, yang dikarenakan alasan tertentu.
(3) Festival Layang-layang Khas Bali
![]() |
sumber.google | festival layangan di pantai Padang Gala |
Layang-layang mungkin sudah tidak asing lagi bagi anda. Bermain layang-layang tentunya paling seru dilakukan di tanah yang lapang atau di pantai. Dengan membawa layangan berlari-lari di lapangan atau pematang sawah. Panas terik pun tidak terasa.
Berbeda dengan di Bali. Festival layang-layang di Bali sangat unik. Keunikannya terletak pada ukuran layangan dan cara masyarakatnya saat menerbangkan layangan. Ukuran layangan cukup besar dan dengan bentuk yang sangat unik. Ada tiga jenis layangan yang dilombakan, seperti : layangan pecukan, bebean dan jangan.
Yang namanya masyarakat Bali sangat menyatu dengan seni dan budaya mereka di dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu ketika menerbangkan layangan tersebut diiringi dengan gamelan tradisional yang bernama baleganjur. Wah.... kalau sudah demikian maka layang-layang yang besarnya setara dengan panjang sebuah truk akan semakin seru dengan lantunan gamelan yang bertalu-talu memecah angkasa.
(4) Festival Omed-omedan
Anda yang pernah berkunjung ke Bali jangan sampai tidak tahu festival yang satu ini. Ya.. apalagi kalau bukan festival Omed-omedan.
Festival ini dilaksanakan hanya di daerah sesetan kaja, Denpasar. Festival ini dilakukan setiap setahun sekali. Tepatnya setelah selesai perayaan Nyepi.
Apa sebenarnya festival Omed-omedan tersebut?
Omed-omedan adalah sebuah festival ciuman masal yang dilakukan oleh muda-mudi di daerah sesetan kaja . Ini bukanlah sebuah aksi pornografi karena festival ini sudah berlangsung sejak lama. Dalam festival ini, muda-mudi di desa tersebut di kelompokkan menjadi beberapa kelompok. Kelompok laki dan perempuan. Kemudian mereka diarak dan dihadapakan satu sama lain. Ketika mereka berpelukan dan berciuman maka warga menyirami pasangan tersebut dengan air kemudian melepaskan mereka.
Wah, seru juga. Admin jadi pengen ikutan nih.
0 komentar:
Post a Comment