Home » , » Cerita Konyol : Itu Orang Mana ya?

Cerita Konyol : Itu Orang Mana ya?

Seperti biasa setiap minggu pagi Dudung selalu bangun pagi dengan penuh semangatnya.

Ya, wajar saja sebagai seorang pemuda yang energik, Dudung tidak pernah menyianyiakan masa mudanya untuk selalu hidup sehat. 

Berolah raga di pagi hari bukanlah hal baru bagi Dudung. Dari sekian olah raga, yang menjadi kegiatan favoritnya adalah bersepeda. Alasannya selain menyehatkan bersepeda juga memberikan suasana yang sangat menyenangkan. Kata Dudung dalam kehidupan ini kalau melangkah turun semua pasti akan sedih dan gelisah, berbeda dengan bersepeda kalau semakin menurun malah semakin bahagia, karena tidak banyak memerlukan energi. *Ada benernya juga kata Dudung.

Bangun paginya Dudung kali ini bukanlah di kampung Celurut yang seharinya terdengar suara kokok ayam dan kicauan burung pipit, yang malam harinya kadang meringding dengan nyanyian burung hantu. di balik pohon awar-awar. Dudung kini liburan di Eropa. Ia diajak oleh seorang wisatawan eropa yang kebetulan pernah Dudung selamatkan saat kelelep di empang belakang rumah Dudung. Karena saking baiknya Dudung, pemuda hitam yang agak kerempeng mengetuk hati wisatawan itu dan mengajak Dudung ke Eropa tepatnya di Berlin. 

Petrus, pria bule yang berperawakan tinggi tegap itu menyapa dan membangunkan Dudung " Dung, banggun ini sudah pagi, kita liat-liat kota Berlin dulu " Kata Petrus, pria yang sudah hampir 5 tahun tinggal di Indonesia. Menetap di 3 ibu kota besar mulai dari Bali hingga ke ujung barat Indonesia. Selama di Indonesia Petrus juga belajar bahasa Indonesia, sehingga kini ia sudah sangat fasih sekali berbahasa.

"Kita mau kemana Pet, aku sudah bangun dari tadi, lho bangunin siapa?" kata Dudung yang sudah memakai baju olahraga

"Buset, aku kira kamu blum bangun, guman si Petrus.

Mereka berdua kini sudah mengenakan atribut olah raga bersepeda. 

Mereka berkeliling kota Berlin.

Kota Berlin memang sangat indah. Tentunya disana tidak saja ada warga lokal saja. Banyak wisatawan dari luar negeri juga datang kesana. Yah... kayak yang tokoh yang satu ini, sapa lagi kalau bukan pria kerempeng hitam dekil, D...U....D...U..N..GGGGGG...... Tapi walaupun demikian, Dudung masih memiliki sisi positifnya. Ia anak yang polos, Sopan dan apa adanya. 

Lanjut, merekapun bersepeda berkeliling kota. Disana Dudung banyak bertanya kepada Petrus tentang semua hal yang dilihatnya. 

"Pet, itu kenapa ramai-ramai disana? " Tanya Dudung

" Oh, itu seorang musikalis, mereka sedang memainkan musiknya" jawab Petrus dengan rasa keyakinanannya.

" Mereka memainkan musik apa? " tanya Dudung dengan wajah penasaran.  "Yang pasti bukan musik dangdut, Dung" jelas Petrus.

"Wah, kalau begitu, mereka itu orang mana? 

" Mereka itu musikal dari Italia, asik kan musiknya? 

Mereka pun melanjutkan mengayuh sepeda mereka. Tiba-tiba Dudung berhenti lagi di sebuah toko. 

" Pedagang itu pasti orang Amerika, itu dagangannya sperti jualan roti" celoteh Dudung dengan percaya dirinya. 

"Bukan Dung, itu pedagang dari Cina. Lihat saja jualannya. Tidak bisa di tawar sepeserpun. 

"Ohhhh...begitu ya.." Dudung tampak ke cewa karena jawabannya salah

Merka pun bersepeda lagi. Hingga mereka berhenti di sebuah lampu merah.

Lalu mereka pun menunggu kurang lebih 70 detik. Hingga detik ke 10, lampu kuning pun menyala.

Tiba-tiba terdengar dari belakang mereka suara sepeda motor yang menderu dengan kencang. Lampu kuning masih menyala. Dan Wuussssssss................. motor itu lewat dan mendahului mereka.

Dudung pun berkata pada petrus. " Kalau orang tadi aku tau dia darimana"

Petrus kaget dan berkata " memangnya menurut kamu itu orang mana? "

Dengan bangganya Dudung menjawab, " Itu pasti orang dari kampungku "

Petrus pun terbelalak... Lho, kok bisa ya?


Permakluman :

Cerita ini hanya bersifat hiburan semata.
Mohon maaf apabila ada kesalahan kalimat yang membuat pihak yang kecewa.
Semua ini hanya bersifat menghibur dan bukan bermaksud menjelekkan.


0 komentar:

Post a Comment