Hidup ini bagaikan sebuah roda yang selalu berputar. Kadang kita diatas dan kadang pula berada di bawah. Berada pada posisi diatas disuatu waktu memang menggembirakan. Misalnya,
- Saat bisnis yang baru anda buka berhasil dengan baik
- Kuliah anda berjalan dengan lancar
- Lamaran pekerjaan anda diterima oleh perusahaan atau instansi pemerintah
- Keluarga anda semua sehat dan ceria
- Dan masih banyak lagi kebahagiaan yang kadang kita rasakan. Inilah yang saya katakan sebagai posisi atas dalam sebuah kehidupan.
Dualitas dalam kehidupan ini selalu ada
Seperti yang sudah kita ketahui, hidup ini selalu diliputi oleh dua pilihan. Kebahagiaan dan kesedihan, kegagalan dan keuntungan, laki dan perempuan, benar dan salah, buruk dan baik, dan masih banyak lagi yang mungkin sudah anda ketahui.
Demikian pula dengan sebuah keberhasilan, pasti akan ada sebuah kegagalan di dalam hidup ini. Kegagalan yang mungkin dialami setiap orang tentunya akan berbeda-beda. Ada yang merasa kegagalan tersebut sebagai suatu yang memilukan dan tidak sedikit yang menerima kegagalan tersebut sebagai sebuah perjalanan hidup yang harus kita lalui.
Pemikiran akan baik buruk, benar dan salah, berhasil dan gagal adalah sebuah dualitas di dalam pemikiran yang merasuk pada hati setiap orang.
Apakah itu salah?
Saya rasa itu semua adalah sebuah kewajaran dan sangat manusiawi.
Yang tidak manusiawi adalah saat kita mengalami sebuah kegagalan, lalu kita mengambil jalan pintas untuk mengatasi masalah tersebut. Jalan pintas yang kadang dilakukan oleh sebagian orang yang mengalami kegagalan seperti ;
- beralih ke minuman keras
- main perempuan
- mencuri, merampas dan merampok
- bahkan tidak sedikit ada juga yang tersandung kasus korup.
Apa yang saya sebutkan diatas merupakan ketidak mampuan kita di dalam menerima kegagalan tersebut. Mencari jalan pintas yang negatif untuk menyelesaikan masalah bukanlah mengatasi masalah, malah hal itu akan membuat masalah baru.
Saya jadi ingat dengan moto pegadaian.
"Mengatasi masalah tanpa masalah "
Saya rasa moto itu ada benarnya dan mungkin bisa kita jadikan sebagai filosofi di dalam menjalani kehidupan manakala kita mengalami sebuah kegagalan di dalam hidup ini.
Sikap yang sering muncul saat mengalami kegagalan
Banyak diantara kita yang tidak memiliki kekuatan untuk menerima sebuah kegagalan.
Semua itu terjadi karena kita tidak memiliki sebuah sikap untuk mau menerima sebuah kegagalan.
Kegagalan adalah sebuah proses dan bukan sebuah akhir. Dari kegagalan sebaiknya kita bercermin dan mengoreksi diri. Nah, sikap demikian jarang kita munculkan dalam mengawali sebuah perencanaan.
Bila seseorang mengalami kegagalan, hal yang paling sering dilakukan adalah :
- Menyalahkan diri sendiri bahkan bisa juga sampai menyalahkan orang lain.
- Sering marah-marah dengan Tuhan dan menganggap bahwa Tuhan itu tidak adil.
- Lebih memilih minuman keras dan hiburan negatif untuk menenangkan diri.
- Bahkan karena ketidak kuatan dari kegagalan lebih memilih mengakhiri hidup.
Wah, kalau sudah demikian malah tambah runyam jadinya masalah tersebut. Anda akan semakin gagal di dalam menyelesaikan masalah anda. Bukannya bangkit dari kegagalan malah anda semakin terpuruk dan terjerumus di dalam penderitaan.
Sebaiknya lakukan hal ini saat anda alami kegagalan
Saat kita sedang alami kegagagalan jangan sampai terpuruk dan lari ke hal yang negatif.
Bila anda lakukan itu, sama saja diri anda seperti pecundang.
Pecundang akan lari dari kegagalannya, namun pemenang akan berusaha memperbaiki kegagalan tersebut sebagai sebuah senjata untuk mencari keberhasilan dan kemenangan.
Ketika anda berada diambang kegagalan maka lakukanlah hal berikut ini :
(1) Menyadari dan menerima apa adanya
Menerima apa adanya adalah sebuah sikap yang tulus saat kita berada pada ambang kegagalan. Menerima apa adanya adalah sikap yang tidak menyalahkan orang lain dan diri sendiri dan juga tidak mencari kambing hitam dari kondisi tersebut.
(2) Mulai dari awal lagi
Tidak ada sebuah kegagalan yang abadi bila kita mau bangkit.
Saat anda berada pada ketidak mampuan untuk berhasil, maka lakukanlah sekali lagi dan lagi. Bila anda terus berusaha untuk memperbaiki kekurangan tersebut, maka anda bukanlah orang yang gagal. Buktinya anda terus move on, bukan tidur dan mendengkur meratapi kegagalan.
Jadi tidak ada yang namanya gagal, cuma keberhasilan yang masih butuh proses yang panjang.
(3) Selalu melihatnya sebagai sebuah keberuntungan
Tidak ada yang namanya sebuah kesialan.
cobalah kita melihat semua ini dari sisi positifnya. Bila anda merasa saat ini anda mengalami kegagalan, cobalah anda melihat kembali sebuah sisi baiknya. Saya yakin semua itu pasti ada. Kita menganggap semua ini buruk karena kita hanya melihat sisi negatifnya saja. Padahal baik dan buruk itu selalu berdampingan dan tergantung cara kita melihatnya.
(4) Hibur diri anda dengan Kegiatan baru yang positif
Buat diri anda bahagia dan jangan terpuruk dalam kesedihan.
Sedih bukanlah sebuah jalan untuk mengembalikan keberhasilan, tetapi bangkit dan melakukan hal yang baru akan memberikan suasana yang berbeda bagi anda.
Mencari hiburan yang baik seperti, berlibur ke taman bermain, kebun binatang atau ke bioskop bisa anda jadikan sebuah pilihan. Saya yakin anda pasti banyak punya plening untuk menghibur diri anda.
Jadi sobat, kegagalan itu adalah hal yang lumrah.
hidup ini bagaikan roda, kadang kita berada di bawah dan kadang diatas.
Saat kita berada pada sebuah kegagalan, maka sadarilah bahwa suatu saat nanti anda akan berhasil.
Bila saat ini anda sedang berhasil degan hebatnya, maka sadarilah bahwa keberhasilan ini adalah sebuah usaha yang harus anda lakukan secara terus menerus.
Demikian sobat ulasan saya kali ini semoga bermanfaat. Wasalam
0 komentar:
Post a Comment